Mengobati Anemia Aplastik dengan Terapi Suplementasi

Anemia merupakan suatu kondisi dimana tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin. Hemoglobin merupakan protein dalam darah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. Diagnosis anemia dapat ditegakkan berdasarkan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb). Jika kadar Hb < 13,5 g/dL pada laki-laki atau kurang dari 12 g/dL pada perempuan, maka kondisi tersebut dapat disebut anemia.

Jika pertanyaannya anemia dapat disembuhkan atau tidak perlu diketahui dulu penyebab anemia yg mana yang diderita.

1. Anemia karena perdarahan
Perdarahan menyebabkan volume darah berkurang, begitu juga dengan sel darah merah dan hemoglobin. Contoh penyebabnya adalah perdarahan saluran cerna, wasir, menstruasi panjang dan lama (menometroragia), dan perdarahan saat melahirkan.

2. Anemia karena gangguan produksi sel darah merah
Produksi sel darah merah dapat menurun pada penderita anemia aplastik, leukemia, asupan nutrisi kurang (zat besi, vitamin B12, atau asam folat), dan gagal ginjal. Anemia defisiensi besi merupakan jenis anemia terbanyak, terutama pada wanita hamil, anak-anak, dan vegetarian.

3. Anemia karena sel darah merah hancur sebelum waktunya
Usia sel darah merah kurang lebih 120 hari atau 3 bulan. Jika sel darah merah tersebut hancur sebelum waktunya, maka jumlah sel darah merah akan menurun dan menyebabkan anemia. Kondisi ini terjadi pada penyakit thalassemia, G6PD, dan sickle cell anemia. Umumnya ketiga penyakit tersebut bersifat genetic (diturunkan).

Untuk anemia karena pendarahan dan gangguan produksi sel darah merah masih dapat diatasi dengan menyelesaikan akar permasalahannya. Untuk pendarahan karena sakit penyakit dipulihkan terlebih dahulu penyakit utamanya, selaras kemudian anemia pun dapat dikendalikan. Sedangkan akibat defisiensi zat besi dapat diatasi dengan mengonsumsi makanan yg kaya zat besi, atau pada ibu hamil dapat mengonsumsi suplementasi zat besi.

Suplementasi zat besi dari Luxor dapat mengonsumsi Spirulina Pacifica Luxor, yang berasal dari alga hijau biru selain kaya zat besi juga mengandung zat gizi lain seperti asam amino esensial, mikro dan makro mineral lainnya, serta antioksidan yang diperlukan oleh tubuh.

Mengobati Anemia Aplastik dengan menggunakan Suplementasi alami Spirulina Pacifica dan Jeli Gamat Luxor terbukti mampu mengurangi keluhan dan perbaikan yang sangat signifikan. Berikut kesaksiannya yang kami kutip dari buku testimoni yang diterbitkan oleh Luxor Indonesia.

mengobati anemia aplastik dengan spirulinaTestimoni Anemia

Anemia Aplastik – Nusanto 32 Tahun, Jakarta

Sebelum menjalani pengobatan Anemia Aplastki dengan jeli gamat luxor dan Spirulina Pacifica

Tanggal 07 Mei 2006 saya dinyatakan terkena Anemia Aplastik oleh dokter, tutur Nusanto. Anemia Aplastik terjadi karena sel yang memproduksi butir darah merah (terletak pada sumsum tulang belakang) tidak dapat menghasilkan sel darah merah dalam jumlah yang cukup. Akibatnya Hb rendah, badan lemah dan dapat terjadi pendarahan. Kondisi tubuh saya memang sangat lemah, Hb.4.8, Trombosit 10.000 dan sudah terjadi pendarahan. Perawat di mengatakan saya dilarang banyak bergerak. Keadaan saya pada saat itu memang sangat mengkhawatirkan Pada waktu itu.

Setelah menjalani pengobatan Anemia Aplastik dengan jeli gamat luxor dan Spirulina Pacifica

Saat dirawat di rumah sakit tepatnya tgl 28 Mei 2006 istri saya memesan Jeli gamat dan Spirulina. Harapan untuk kembali hidup dan sehat muncul lagi, istri membantu saya memhkonsumsi Jeli Gamat 3×3 sdm/hr, Spirulina Pacifica 3×10 tablet/hr. Dalam waktu 2 minggu setelah konsumsi Trombosit naik menjadi 29.000. pendarahan sudah berhenti, Hb naik menjadi 8.5 tubuh mulai kuat dan bertenaga. Sungguh suatu kemajuan yang luar biasa untuk saya dan keluarga. Check terakhir 9 Januari 2007 kondisi sudah stabil dan jauh lebih sehat, Trombosit naik menjadi 37.000, kesehatan saya stabil, kembali bekerja seperti biasa, dan saya menjaga kesehatan dan istirahat yang cukup. (Sumber: Luxor, testimony kesembuhan volume 7).

Apa Saja Faktor Penyebab dan Gejala Anemia Aplastik

penyebab dan gejala anemia aplastikAnemia merupakan salah satu jenis penyakit yang disebabkan karena kurangnya hemoglobin atau keping darah merah dalam tubuh. Jika dalam keadaan normal, tubuh terdiri dari empat puluh persen sampai empat puluh lima persen keping darah merah dan enam puluh persen plasma darah. Anemia terdiri dari berbagai macam jenis yaitu anemia hemolitik dan anemia aplastik. Sebenarnya penyakit anemia aplastik merupakan anemia yang disebabkan karena gangguan kegagalan sumsum tulang sehingga menyebabkan penipisan unsur sumsum dan menyebabkan penurunan dan berhentinya produksi sel darah merah. Biasanya, Anemia aplastik ditandai oleh jumlah ganulosit kurang dari 500/mm3, jumlah trombositnya kurang dari 20.000/mm3, dan jumlah retikulositnya kurang dari 1 persen. Anemia aplastik biasanya ditandai dengan infeksi bakteri, pucat, demam, mudah letih, kongestif, takikardia, dan gagal jantung.

Penyebab Anemia Aplastik

Anemia aplastik dapat disebabkan oleh beberapa macam faktor salah satunya adalah penyakit kongenital atau penyakit yang sudah dibawa sejak lahir. Penyakit kongenital yang menyebabkan terjadinya aplastik adalah anemia fanconi atau kelainan resesif autosomal. Penyakit ini ditandai dengan adanya mutasi 13 gen yang menyebabkan hipoplasia, pansitopenia, instabilitas kromosom, sumsum tulang, dan syndrom dubowizt atau pertumbuhan yang lambat. Hal ini ditandai dengan kurangnya hormon pertumbuhan, dislokasi kromosom, dan kelainan hipotalamus. Selain itu, anemia aplastik juga bisa disebabkan karena obat – obatan. Salah satu jenis obat yang menyebabkan anemia ini terutama adalah kloramfenikol. Misalnya jika bayi diberi kloramfenikol sejak umur 2 tahun maka ia bisa menderita anemia jenis ini setelah umurnya 6 tahun. Obat lain yang dapat menyebabkan anemia aplastik adalah azathioprine, inhibitor carbonic anhydrase, karbamezepine, indomethasin, penisilamine, trimethadione, dan probenesid.

Tanda dan Gejala Anemia Aplastik

Penderita anemia aplastik biasanya akan mengalami gejala – gejala khusus misalnya mengalami anemia atau kurang sel darah merah, leukopenia atau kurang leukosit, dan trombositopenia atau kekurangantrombosot. Ketiga gejala ini biasanya juga disertai dengan beberapa gejala lain misalnya pucat, lemah, mudah lelah, hilang selera makan, palpitasi, pendarahan pada gusi, infeksi, petekia, epistaksis, dan ekimosa.

Spirulina Suplementasi Untuk Penderita Anemia

Spirulina Pacifica Luxor berasal dari alga hijau biru kaya zat besi juga mengandung zat gizi lain seperti asam amino esensial, mikro dan makro mineral lainnya, serta antioksidan yang diperlukan oleh tubuh. Konsumsi rutin Spirulina Pacifica bukan hanya untuk Anemia namun juga sekaligus untuk membangun kondisi kesehatan yang jauh lebih baik. Cukup konsumsi 10-15 tab sehari untuk orang dewasa, maka anemia dapat dicegah. Dampaknya tentu menjauhkan diri dari letih,lemas,lesu dan tidak bergairah. Mari menjadi lebih sehat dengan Spiurulina Pacifica Luxor.