Pola Makan Untuk Penderita Diabetes Yang Tepat Dan Sehat

Pola makan untuk penderita diabetes harus benar-benar dijaga agar tidak menyebabkan naiknya kadar gula darah. Orang dengan diabetes harus menjaga kadar gula darahnya agar tetap stabil, tidak boleh terlalu tinggi dan tidak boleh terlalu rendah. Peningkatan kadar gula darah yang tidak stabil akan sangat beresiko bagi penderita diabetes, dapat menyebabkan kerusakan saraf, pusing dan kelelahan atau bahkan kebutaan. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh bagi penderita diabetes.

Pola makan untuk penderita diabetes

Pola makan untuk penderita diabetes

Hal – hal yang perlu diperhatikan mengenai pola makan untuk penderita diabetes bukan hanya sekedar jenis makanan apa yang boleh dan tidak boleh, tetapi jumlah dan jadwal makan pun harus turut diperhatikan juga. Bagi penderita diabetes makan bukan hanya sekedar untuk mengenyangkan perut atau mengisi lambung, tetapi makan juga penting untuk menjaga kadar gula darah dalam tubuhnya.

Jadwal makan yang disarankan untuk penderita diabetes adalah sebanyak 6 kali dalam satu hari yang terdiri dari 3 kali makan besar dan 3 kali makan ringan/snack. Penderita diabetes sebaiknya sarapan pagi pada pukul 07.00 setelah itu makan ringan pada pukul 10.00. Kemudian makan siang pada pukul 13.00 dan kembali makan snack/makanan ringan pada pukul 16.00. Untuk makan malam sebaiknya pada pukul 19.00 dan makan ringan yang terakhir pada pukul 22.00. Hal itu dimaksudkan agar asupan gula darah tetap stabil, tidak tiba-tiba naik dan tidak tiba-tiba turun. Selain itu jadwal makan 6 kali dalam satu hari juga dimaksudkan agar lambung tidak kosong. Porsi makan untuk penderita diabetes juga tidak boleh terlalu banyak namun sering. Oleh sebab itu jadwal makan diatur 6 kali dalam satu hari agar penderita diabetes dapat makan dengan sering namun dengan porsi yang tidak banyak.

Asupan gula darah ke dalam tubuh bergantung pada jenis asupan makanan yang kita konsumsi. Untuk itu sangat penting untuk memilih jenis makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan. Penderita diabetes sebaiknya memilih jenis makanan yang mengandung karbohidrat kompleks dan biji-bijian utuh seperti oatmeal dan nasi merah. Penderita diabetes juga boleh mengkonsumsi daging namun yang tanpa lemak, dimasak dengan cara direbus, dipanggang atau dikukus. Brokoli dan bayam merupakan jenis sayuran yang baik dikonsumsi untuk penderita diabetes. Selain itu jenis ikan tertentu yang tidak memiliki kadar merkuri tinggi seperti salmon, tuna dan makarel juga sangat baik dikonsumsi untuk penderita diabetes.

Makanan yang harus dihindari

Penderita diabetes juga memiliki pantangan makanan yang tidak boleh dimakan. Pantangan itu diantaranya yaitu mengkonsumsi nasi putih. Mengapa? Karena nasi putih memiliki kadar gula yang sangat tinggi sehingga tidak baik jika dikonsumsi secara terus menerus oleh penderita diabetes. Selain itu penderita diabetes juga tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi mie dan pasta karena mengandung indeks glikemik tinggi. Kefein juga tidak baik jika diminum oleh penderita diabetes, maka dari itu jika anda memiliki penyakit diabetes sebaiknya hindari untuk meminum minuman yang mengandung kafein. Kentang mengandung kadar karbohidrat tinggi yang sangat mempengaruhi naiknya kadar gula darah. Oleh karena itu kentang juga tidak baik dikonsumsi untuk penderita diabetes.

Jika Anda memiliki penyakit diabetes sebaiknya memasak sendiri makanan yang akan dimakan. Dengan memasak makanan sendiri, Anda jadi mengetahui secara jelas kandungan yang baik atau tidak bagi tubuh yang ada dalam makanan tersebut. Makanan yang dimasak sendiri juga terjaga kesehatan dan kebersihannya. Hindari makanan yang tidak baik bagi tubuh Anda dengan mengetahui dengan tepat pola makan untuk penderita diabetes. silahkan kunjungi dan baca juga obat sakit diabetes alami.

Diabetes Antara Keturunan dan Pola Hidup

penyakit diabetes keturunan dan pola hidupDiabetes, atau yang di Indonesia juag disebut sebagai penyakit kencing manis adalah suatu kelainan metabolik yang diakibatkan oleh banyak sekali faktor. Pada umumnya, penderita penyakit ini banyak ditemukan di daerah perkotaan, namun tidak menutup kemungkinan bahwa daerah persebarannya akan meluas. Ada anggapan yang salah mengenai sebab terjadinya penyakit diabetes. Orang pada umumnya menganggap bahwa penyebab terbesar adalah adanya faktor keturunan, padahal tidak. Faktor keturunan hanyalah satu dari sekian banyak faktor penyebab. Meskipun memiliki garis keturunan penderita kencing manis, namun apabila mampu menjaga pola makan dan pola hidup sehat, resiko untuk menderita penyakit ini tergolong kecil.

Klasifikasi Diabetes

Yang paling menentukan seseorang terserang diabetes atau tidak adalah pola makan dan pola hidupnya. Konsumsi makanan yang tidak terkontrol menjadi penyebab yang paling banyak ditemukan hingga saat ini. Kemudian, penggunaan obat-obatan tertentu juga menjadi faktor penyebab yang umum ditemukan. Oleh sebab itu, WHO telah mengklasifikan penyakit ini ke dalam beberapa golongan.

  • Diabetes Tipe 1 yang diikuti dengan rusaknya atau tidak berfungsinya pankreas sebagai penghasil insulin. Ini menyebabkan tidak terserapnya glukosa untuk diubah menjadi energi sehingga akan terakumulasi. Hingga saat ini, diabetes tipe ini masih belum bisa disembuhkan, bahkan pencegahannyapun masih belum ditemukan. Diet dan olahraga yang bisa dipakai untuk penyembuhan diabetes tipe lain, tidak mampu menyembuhkan penderita tipe ini. Pengobatan yang digunakan untuk membantu penderita hanyalah dengan menyuntikkan insulin.
  • Diabetes Tipe 2 di mana sejatinya pankreas sebagai penghasil insulin masih berfungsi namun kadar insulin yang dihasilkan dalam jumlah sedikit yang lebih dahulu diserap oleh lemak tubuh. Hal ini menyebabkan glukosa dalam darah kurang bisa diserap. Diabetes tipe ini dapat muncul tanpa disertai gejala. Pengobatan yang dilakukan biasanya dengan mengubah pola makan dan olahraga. Penderita umumnya dinajurkan untuk mengurangi asupan karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh dan mengurangi berat badan.
  • Diabetes Tipe 3 yang terjadi pada saat seorang wanita mengandung. Prosentase terjadinya diabetes jenis ini sekitar 2 hingga 5 persen dan sifatnya sementara sehingga akan hilang setelah masa kehamilan berakhir. Penderita diabetes tipe ini harus selalu mendapat pengawasan medis karena bisa membahayakan kesehatan si ibu dan janin yang dikandung. Tanpa pengawasan yang intensif, terdapat resiko yang mengintai bayi, seperti berat badan di atas normal, kelainan sistem saraf, cacat otot rangka serta penyakit jantung bawaan.

Pengobatan Diabetes

Saat ini pengobatan diabetes telah berubah secara radikal. Dahulu, pengobatan diabetes dimulai dari pengaturan pola makan. Bila tidak berhasil, penderita dianjurkan untuk berolah raga. Bila diet dan olah raga tidak berhasil, dimulailah dengan pemberian obat (Obat Anti Diabetes Oral atau OAD = Oral Anti Daibetic), yakni obat yang ditelan. Bila dnegan tambahan OAD baik satu jenis atau lebih dari satu jenis tetap tidak menunjukan hasil, maka dilakukan pemberian insulin.

Sekarang, suntikan insulin merupakan pengobatan first line. Food and Drug Administration atau Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat menyetujui hal itu. Perubahan itu didasari pada teori yang berkembang saat ini bahwa penyebab diabetes adalah resistensi insulin. Resistensi insulin berarti insulin tidak bekerja dengan optimal hingga memicu sel beta pankreas menghasilkan lebih banyak insulin yang akhirnya menimbulkan kelelahan pada sel beta hingga terjadi disfungsi dan kerusakan yang kemudian berakibat pada turunnya jumlah insulin yang dihasilkan.

Para ahli kemudian merekomendasikan pemberian insulin sesegera mungkin setelah diagnosis. Tujuannya mengistirahatkan sel beta supaya disfungsi dan kerusakannya tidak berlanjut. Dengan berjalannya waktu, maka sel beta yang rusak dapat memulihkan dirinyasendiri. Ini dinamakan Beta Cell Rest Theory. Menurut saya, yang terutama harus menjadi perhatian adalah resistensi insulin. Mengapa? Karena sebelum terjadi sesuatu apa pun pada sel beta pankreas, dasar pertama ke arah diabetes adalah resistensi insulin.

Resistensi insulin timbul akibat tidak terjadinya ikatan insulin dengan reseptor. Seperti diketahui, gula didalam darah bisa diambil oleh organ yang membutuhkan melalui pekerjaan insulin yang berikatan dengan reseptor. Kadar gula akan meningkat (hiperglikemia) bila terjadi resistensi insulin juga akan meningkat (hiperinsulinemia) karena sel beta memperoduksi lebih banyak insulin sebagai kompensasi dari naiknya gula darah.

Hiperinsulinemia menjadi penyebab dari sindroma metabolik yang antara lain ditandai dengan hiperinsulinemia, kegemukan dan dislipidemia (tingginya lemak darah, seperti kolesterol, LDL, dan trigeliserida serta rendahnya HDL). Jeli Gamat dan Spirulina Pacifica dengan kandungan kromium merupakan jawaban yang tepat. Sejak 1950-an, pada hewan, telah diketahui bahwa kromium, berperan pada metabolisme gula. Namun, baru pada 1970-an diketahui perannya pada manusia. Kromium memperpanjang kerja insulin dan memperbaiki pengikatan insulin dengan reseptor.

Dengan demikian Jeli Gamat dan Spirulina Pacifica, merupakan jawaban yang tepat untuk mengatasi resistensi insulin. Bagaimana jika pada individu tertentu resistensi insulin sudah menimbulkan disfungsi dan kerusakan sel beta? tetap Jeli Gamat dan Spirulina Pacifica jawabannya. Mengapa? Kadar insulin mereka meskipun sedikit tetap diperbaiki kinerjanya olej kromium, sedangkan disfungsi dan kerusakan sel beta diperbaiki oleh daya regenerasi Jeli Gamat yang luar biasa.

Kandungan kolagen yang sangat tinggi disertai nutrien dan mineral lain dapat dipasok dengan sangat baik oleh Jeli Gamat untuk keperluan regenerasi sel beta. Apa buktinya? Dari pengalaman para pasien, yang mulanya dirawat, kombinasi OAD dan Jeli Gamat terbukti bahwa perlahan-lahan mereka mulai diturunkan dosis OAD bahkan beberapa pasien sukses hanya dengan menggunakan Jeli Gamat. Mereka tidak lagi menggunakan OAD.

jeli gamat spirulina untuk pengobatan diabetes

Apa dasar ilmiahnya? Menurut peneliti UKPDS, saat pertama kali didiagnosis diabetes melitus, mereka kahilangan 50% sel beta. Ini terus berlanjut hingga 10 tahun kemudian, dalam penelitian. Artinya, kadar insulin mereka jua terus menurun dan makin tidak responsif terhadap pengobatan. Artinya, mereka harus menggunakan dosis obat lebih besar lagi atau menggunakan kombinasi dua atau lebih jenis obat dan akhirnya harus menggunakan insulin.
Namun, hal itu tidak terjadi pada pasien yang menggunakan Jeli Gamat dalam pengawasan saya. Mereka justru makin berhasil diturunkan dosis OAD. Jadi, bagi saya, diabetes dengan Jeli Gamat adalah suatu hal yang mutlak. Tidak ada keraguan soal efektivitasnya. (Sumber: Revolusi Pengobatan Diabetes oleh Dr. Royke Burhan).

Untuk mengobati penyakit diabetes, biasanya penderita dianjurkan untuk melakukan hal-hal berikut;

  • Menjaga pola makan dengan menghindari karbohidrat kompleks yang terdapat dalam beras putih. Penderita dapat menggantinya dengan mengkonsumsi karbohidrat serat seperti yang terdapat dalam oats ataupun beras merah. Kemudian mengkonsumsi protein rendah lemak dan menghindari kadar garam yang terlalu tinggi.
  • Berolahraga secara teratur. Olahraga ringan seperti jalan santai 30 menit setiap hari juga membantu penderita untuk sembuh. Selain itu, penderita juga dianjurkan untuk jalan berjinjit atau duduk-bangun secara berulang-ulang.
  • Mengkonsumsi suplemen khusus. Supplemen alami untuk diabetes seperti jeli gamat dan spirulina yang diketahui membantu penderita untuk sembuh.